TABUNG OKSIGEN

TABUNG OKSIGEN

Ingin beli atau sewa tabung oksigen ???
Kami dari perusahaan Tabung-Oksigen.com, menjual dan menyewakan tabung oksigen ukuran 0,5 M3, 1 M3, 1,5 M3, 2 M3, 5 M3, dan 6 M3 dengan harga murah, serta layanan antar ke alamat pemesan !!!
Untuk keterangan, silakan hubungi Ibu LieLie atau Sinshe Hans di Telp (021) 7077 2459, 9220 6488 Handphone 0852 8369 9911, 0819 3261 8088 ( PIN BB 281B522C) atau email: htsebastian@gmail.com.

Jl. Dr Makaliwe I No. 9 Grogol Jakarta Barat 11450 Indonesia. Belakang Terminal Bus Grogol, depan Klinik Mitra Husada. Bersatu dengan kantor BalonUdara.

Pengelola tabung-oksigen.com ini juga, adalah seorang terapis yang dapat mengobati stroke dan penyebab-penyebab terjadinya stroke, seperti: stres, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, ginjal dan jantung serta penyakit-penyakit lainnya. Keterangan lengkap, silakan berkunjung ke http://www.klinikstrokenusantara.com. Untuk keterangan, silakan hubungi Sinshe Hans di Hp 0819 3261 8088. Email: htsebastian@gmail.com.

Selain tabung oksigen, kami juga menjual dan menyewakan kursi roda: kursi-roda.com; sewa kursi roda: sewakursiroda.com; kursi roda bekas: kursirodabekas.com; regulatoroksigen: regulator-oksigen.com; isi ulang oksigen: isiulangoksigen.com; kasur decubitus: sewakasurdecubitus.com; ranjang rumah sakit: ranjangrumahsakit.com; selang oksigen: selangoksigen.com; dan alat-alat kesehatan lainnya.

Kamis, 25 Juli 2013

HIMBAUAN KEPADA PENGGUNA TABUNG OKSIGEN MENJELANG DAN SETELAH LEBARAN

Sebagaimana kita ketahui, bahwa, perusahaan tabung oksigen akan menjalani liburan menjelang Lebaran dan setelah Hari Raya. Waktu libur masing-masing perusahaan tabung oksigen berbeda. Ada yang hanya beberapa hari, dan ada yang lebih panjang. 

Selama liburan, otomatis, tidak ada pengiriman tabung oksigen dari pabrik kepada perusahaan kami. Dan untuk mengatasinya, kami pun, memesan tabung oksigen lebih banyak dari biasanya. Kenapa demikian? Karena pasien atau pengguna tabung oksigen tidak bisa ditunda. Untuk itu, kami mengantisipasinya. Supaya tidak merepotkan pengiriman, kami himbau kepada pengguna tabung oksigen, untuk memesan lebih dari biasanya. Katakan, setiap hari diperlukan sebotol tabung oksigen. Untuk yang selama liburan, dihimbau untuk menambah pesanan selama periode liburan tersebut. Misalnya, biasanya memesan 3 tabung oksigen, untuk kali ini, boleh memesan 9 tabung oksigen atau lebih. Saran seperti ini, akan, disampaikan kepada semua pengguna tabung oksigen pelanggan kami.  Biar semua sama-sama enak, tenang dan lancar. 

Bilamana himbauan ini masih kurang jelas, silakan, hubungi Ibu LieLie atau Sinshe Hans di telepon (021) 7077 2459, 9220 6488 handphone 0852 8369 9911, 0819 3261 8088 atau email: htsebastian@gmail.com.


Sabtu, 30 Maret 2013

TABUNG OKSIGEN UKURAN 0,25 ATAU 1/4 M3

Permintaan tabung oksigen ukuran 0,25 atau 1/4 M3, ada. Tetapi jumlahnya sangat sedikit. Dalam 3 (tiga) bulan, kadang, hanya 1 (satu) yang memesannya. Untuk pengadaan stok tabung oksigen ukuran ini, kami, tidak menyediakan. Karena investasinya tidak cepat berkembang. Kalau ada pesanan saja, kami, menyediakannya.

Packing tabung oksigen ukuran 0,25 atau 1/4 M3 ini ada beberapa. Ada yang packingnya berupa tas sampir. Ada juga tabung oksigen yang menggunakan tas semacam tas peralatan. Dan ada pula yang menggunakan kopor. Tabung oksigen ukuran ini pun ada yang terbuat dari besi dan ada yang terbuat dari aluminium. 

Beda antara tabung oksigen besi dan aluminium. Tabung oksigen besi diangkatnya terasa berat. Sedangkan yang aluminium terasa ringan. Karena orang membeli tabung oksigen ukuran ini, inginnya, dibawa-bawa, maka, tabung oksigen yang menggunakan tas sampir, yang paling diminati. 

Tabung oksigen ukuran 0,25 atau 1/4 ini, sangat baik, dipergunakan untuk orang yang mempunyai gangguan asma, paru-paru, jantung, dan lain sebagainya. Tentu, tabung oksigen yang paling besar, sebaiknya tersedia, bagi Anda yang mengalami gangguan kesehatan tersebut.  

Jumat, 09 November 2012

PENGGALI SUMUR TEWAS KEHABISAN OKSIGEN

Hamdani tewas, dan Rohmatulloh serta Abdul Latif kritis akibat kehabisan oksigen saat menggali sumur di rumah nomor 7 RT 5 RW 5 Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (26/8) pukul 16/00.

Kapolsek Kramat Jati Komisaris Imran Gultom yang dikonfirmasi pada Senin (27/8) memaparkan ketiga korban menggali sumur yang kering akibat musim kemarau. Hamdani turun pertama kali ke sumur sedalam sekitar 10 meter dan berteriak minta tolong karena sesak napas.  Karena itu, Rohmatulloh dan Abdul Latif turun untuk menolong Hamdani, tetapi mereka juga sesak napas dan berteriak minta tolong. Warga yang mendengar itu menghubungi petugas Polri dan Sudin PKPB Jaktim. Sekitar satu jam kemudian  Rohmatulloh dan Abdul Latif dapat ditarik dan diselamatkan dengan perawatan di RSUD Budi Asih. (BRO)

Kamis, 25 Oktober 2012

TABUNG MELEDAK, DUA TEWAS

PORAK-PORANDA: Warga melintas di antara rumah dan mobil yang rusak berat akibat ledakan tabung oksigen 50 kilogram di Jalan Mindi, Koja, Jakarta Utara, kemarin.

TIGA tabung oksigen berukuran 50 kilogram meledak di sebuah rumah kontrakan di Jalan Mindi No. 27 Rt 13/8 Blok Y, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, kemarin. Akibatnya, dua orang tewas dengan kondisi hancur.

"Tiga tabung yang pecah ditemukan 150 meter dari lokasi kejadian," kata Kasatreskrim Polres Jakarta Utara Komisaris Susatyo Purnomo Chondro di lokasi kejadian, kemarin.

Susatyo mengatakan setelah menyisir lokasi, polisi menemukan dua jenazah yang salah satunya diidentifikasi bernama Andriansyah, 22. Ia karyawan usaha oksigen milik Abdul Rochim. Satu lagi korban tewas belum bisa diketahui karena jasadnya tercerai-berai." Kami akan membawa potongan tubuh yang hancur itu ke RS Kramatjati untuk dilakukan tes DNA," ujarnya. 

Abdul Rochim, 28, pemilik usaha CV Alwinsyah, hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Ina, 27, istri Abdul Rochim, sambil terisak mengaku tidak tahu dimana suaminya. Untuk memastikan apakah satu korban tewas yang belum diketahui itu adalah suaminya, ia dan anaknya, Rafli, 4, bersedia untuk dites DNA.

Menurut saksi mata, insiden itu terjadi saat 30 tabung, masing-masing berisi 50 kilogram oksigen, tengah diturunkan dari mobil pikap pada pukul 09.30 WIB. Diduga ada masalah pada regulator atau salah prosedur ketika menurunkan sehingga tabung meledak.

"Mungkin juga mereka menurunkan tabung dengan cara digelondong sehingga tabung mengalami tekanan dan akhirnya meledak," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Andap Budhi Reviatno.

Selain menewaskan dua orang, peristiwa itu mengakibatkan delapan orang luka-luka, empat rumah rusak, dan tiga kendaraan rusak berat, yakni  satu mobil dan dua motor.

Untuk menghindari insiden susulan, polisi telah mengevakuasi puluhan tabung oksigen dari lokasi kejadian. (*/X-5)  

Jumat, 12 Oktober 2012

MUDAH EMOSI? WASPADA, MUNGKIN ANDA TERKENA HIPOKSIA


Tindakan anarki bukan solusi !!

Gampang emosi? Sadarilah, karena emosi yang tak terkendali bisa mendorong seseorang melakukan tindakan anarki agar emosinya terlampiaskan. Ingat, tindakan anarki bukan solusi! Karena sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Jangan anggap enteng bila gampang emosi. Hati-hati, karena itu mungkin adalah salah satu gejala Hipoksia, yang timbul karena tubuh kekurangan oksigen atau oksigen yang kita konsumsi telah terpolusi. Gejala tersebut berakibat pada menurunnya kondisi tubuh dan akan sangat mempengaruhi produktivitas kerja Anda. Gejala lainnya adalah mengantukmalassusah berkonsentrasikelelahan mental dan ototmudah emosisulit mengambil keputusansering lupamual, bahkan pada tingkatan selanjutnya bisa berakibat kejang dan koma.

Untuk mengatasinya, jauhi rokok, hindari ruangan yang sesak/beroksigen tipis, olahraga teratur, istirahat yang cukup, rekreasi dan untuk pertolongan pertama dari gejala di atas sediakan selalu di dekat Anda tabung oksigen, oksigen murni dalam kemasan praktis demi kesegaran Anda (baik pria maupun wanita) di sela-sela kegiatan sehari-hari. 

Untuk keterangan, silakan hubungi Ibu LieLie Kusmaya atau Sinshe Hans di telepon (021) 70772 2459 handphone 0852 8369 9911, 0819 3261 8088 atau email: htsebastian@gmail.com. 

PUSING? WASPADA, MUNGKIN ANDA TERKENA HIPOKSIA

 Marah-marah bukan solusi !!

Sering pusing  dan sakit kepala? Kadang rasa pusing membuat orang mudah emosi dan meluapkannya dalam bentuk amarah. Tapi ingat, marah-marah bukan solusi! Karena justru akan membuat suasana kerja semakin tidak nyaman, dan ini akan sangat mengganggu konsentrasi orang lain di sekitar Anda.

Jangan anggap enteng bila Anda sering pusing dan sakit kepala. Hati-hati, karena itu mungkin adalah salah satu gejala Hipoksia, yang timbul karena tubuh kekurangan oksigen atau oksigen yang kita konsumsi telah terpolusi. Gejala tersebut berakibat pada menurunnya kondisi tubuh dan akan sangat mempengaruhi produktivitas kerja Anda. Gejala lainnya adalah mengantuk, malas, susah berkonsentrasi, kelelahan mental dan otot, mudah emosi, sulit mengambil keputusan, sering lupa, mual, bahkan pada tingkatan selanjutnya bisa berakibat kejang dan koma.

Untuk mengatasinya, jauhi rokok, hindari ruangan yang sesak/beroksigen tipis, olahraga teratur, istirahat yang cukup, rekreasi dan untuk pertolongan pertama dari gejala di atas sediakan selalu di dekat Anda tabung oksigen, oksigen murni dalam kemasan praktis demi kesegaran Anda (baik pria maupun wanita) di sela-sela kegiatan sehari-hari. 

Untuk keterangan, silakan hubungi Ibu LieLie Kusmaya atau Sinshe Hans di telepon (021) 70772 2459 handphone 0852 8369 9911, 0819 3261 8088 atau email: htsebastian@gmail.com. 

Senin, 08 Oktober 2012

LIMA BULAN HIDUP ADLY BERGANTUNG PADA SELANG OKSIGEN

Tubuh mungil Adly Bagas (2) sekilas tampak segar dan sehat. Wajah putihnya tersenyum ceria dan mulutnya berceloteh dengan bahasa anak balita yang belum jelas.

Namun, mata orang yang melihat akan langsung terpaku pada selang oksigen yang melintang di bawah hidung Adly. Tarikan napasnya pendek-pendek, hampir mirip orang yang terengah-engah. Sudah lima bulan ini selang oksigen itu menopang hidup Adly.

Bocah itu hanya duduk di pangkuan ayahnya, Bilmar (37). Di sudut ruangan di rumahnya di Jalan Budi Swadaya I, RT 2 RW 4 Nomor 216, Kebon jeruk, Jakarta Barat, terdapat sebuah tabung oksigen warna hitam dengan kapasitas 1 liter. Selang panjang menjuntai, terhubung ke hidung Adly. 

"Dokter bilang anak saya sakit infeksi paru-paru berat. Akibatnya, paru-parunya tidak maksimal memompa oksigen ke otak," kata Lina Manulang (33), ibunda Adly.

Bermula pada lima bulan lalu, saat Adly sakit diare. Setelah dirawat di rumah sakit, diarenya sembuh. Tak lama berselang badan Adly panas tinggi dan napasnya sesak. Setelah sepekan tidak membaik. Adly kembali dibawa ke rumah sakit.

"Dia langsung dibawa ke ICU dan dirawat di situ selama 1 bulan 3 minggu. Dia paling lama dirawat di ICU. Beberapa teman yang dirawat bersama dia sudah meninggal. Tabung oksigen itu pun pemberian orangtua yang anaknya meninggal," ujar Lina.

Menurut dokter, lanjut Lina, jika orang normal mengambil napas 30 kali per menit. Adly bisa mengambil napas sampai 44 kali, bahkan 60 kali per menit. Dadanya menjadi bengkak karena bekerja ekstra.

Empat jam
Setelah keluar dari ICU, Adly menjalani rawat jalan. Tabung oksigen 1 liter itu hanya bisa dipakai untuk 4 jam. Setiap mengisi ulang oksigen biayanya Rp 18.000.-

"Sekarang bisa saya atur setelan besar kecilnya aliran oksigen, jadi bisa dipakai untuk 8 jam. Kalau tidak, biayanya lebih banyak," ujar Bilmar.

Bilmar bekerja sebagai sopir metromini cadangan. Setiap kali dapat giliran menyetir, dia mendapat Rp 50.000. Belakangan ini, dia sudah jarang menyetir metromini karena harus bolak-balik membeli oksigen dan bergantian menjaga Adly dengan istrinya. Lina praktis tidak bekerja karena menunggui Adly.

"Dia bisa lepas dari tabung oksigen maksimal 1 jam. Kalau sudah hampir satu jam, tubuhnya pucat, dingin, dan ujung-ujung jarinya membiru," ujar Bilmar, sambil menunjukkan tangan mungil Adly yang memutih.  

Bocah itu pun tidak bisa bermain bersama teman-teman atau kakak-kakaknya di halaman karena terikat pada selang oksigen. Kadang-kadang, dia hanya berdiri di dekat jendela dan melihat temannya bermain. 

Bilmar dan Lina tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya agar putra mereka terlepas dari tabung oksigen itu. 

"Dokter bilang, untuk sementara seperti ini dulu. Mereka juga tidak tahu kelanjutannya. Semua organ tubuh Adly normal dan penyebab infeksi belum jelas," ujar Lina.

Saat ini, yang diinginkan keduanya adalah memiliki satu tabung cadangan atau setidaknya mengganti tabung oksigen yang lebih besar. Mereka sering tidak tega melihat Adly tersiksa ketika tabung oksigen harus diisi ulang. "Tetapi, harganya mahal. Satu tabung 1 liter harganya Rp 750.000. Kami tidak punya uang," kata Bilmar.

Pengobatan Adly selama  ini ditanggung melalui JPK Gakin. "Sudah habis Rp 200 juta. Kalau kami tanggung sendiri jelas tidak mampu," lanjut dia.

Lina berkeinginan membawa putranya untuk mendapat pengobatan alternatif. Lagi-lagi, biaya pengobatan yang masih mahal membuat mereka belum bisa melakukannya. (FRO)